KEGIATAN ADHYAKSA PEDULI STUNTING KEJAKSAAN NEGERI SUBULUSSALAM
Thursday, 08 Jun 2023 | Oleh: fani imran
Kamis, 8 Juni 2023. Kepala Kejaksaan Negeri Subulussalam Bapak Mayhardy Indra Putra, S.H., M.H. menghadiri kegiatan Adhyaksa Peduli Stunting di Desa Pasar Panjang Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam.
Pada kegiatan ini turut di hadiri oleh Bapak Wakil Walikota Subulussalam, Ketua Satgas Penanganan Stunting Kota Subulussalam, Kepala Puskesmas Bakal Buah, BKKBN Kota Subulussalam, Unsur Dinas Kesehatan, Unsur Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, dan masyarakat.
Kepala Kampong Pasar Panjang pada kesempatan tersebut melaporkan di Kampong Pasar Panjang saat ini ada 9 (sembilan) anak penderita stunting. Kami sudah membentuk Rumah Gizi Kampong (RGK) dan memberikan makanan bergizi kepada anak-anak tersebut dalam sebulan lebih, bahwa dari 9 (sembilan) anak penderita stunting di Kampong Pasir Panjang sudah ada 1 (satu) orang anak yang sudah dinyatakan sembuh dari stunting namun terdapat penambahan 1 (satu) orang anak yang penderita stunting yang baru. Kepala Kampong Pasar Panjang juga mengharapkan dukungan dari semua pihak agar percepatan penurunan angka stunting di Kampong Pasar Panjang dapat berjalan sebagaimana mestinya.
"Saat ini Satgas Percepatan Penurunan Stunting Kota Subulussalam sudah bekerja selama 6 (enam) bulan. Pada Januari 2023 di Kota Subulussalam angka stunting berada pada 900 (Sembilan ratus) penderita namun baru-baru ini terdapat penurunan sebanyak 124 anak menjadi 776 anak penderita stunting. Kita berharap angka tersebut terus berkurang dengan lebih tepat dan cepat dalam mengambil langkah-langkah strategis untuk menekan angka stunting sehingga intervensi percepatan penurunan angka stunting sesuai dengan instruksi Presiden bahwa tidak boleh angka stunting lebih tinggi dari 14 % pada tahun 2024" ungkap Ketua Satgas Percepatan Penurunan Stunting.
Bapak Wakil Walikota Subulussalam dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kajari Subulussalam yang telah serius dalam menjalankan Amanah sebagai Bapak Asuh Stunting di Kampong Pasar Panjang. Semua pihak harus lebih serius dalam penekanan angka stunting ini mengingat Kota Subulussalam saat ini menjadi kota dengan angka stunting tertinggi di Provinsi Aceh. Beliau berharap agar lebih ditingkatkan kesadaran masyarakat dalam mengikuti posyandu dan kegiatan penyuluhan kesehatan lainnya di desa. Ia juga meminta kepada perangkat kampong untuk terus mensosialisakan jadwal posyandu kepada masyarakat sehingga meningkatan jumlah masyarakat yang mau datang ke posyandu.
Dalam sambutannya Kepala Kejaksaan Negeri Subulussalam Bapak Mayhardy Indra Putra, S.H., M.H. menyampaikan "seharusnya kasus stunting di Kota Subulussalam ini sudah tidak ada lagi bukan hanya berkurang mengingat keseriusan Pemerintah Kota Sububulussalam beserta Forkopimda dalam berkomitmen menekan angka stunting. Salah satunya dengan penunjukan bapak asuh stunting. Memang koordinasi sangat mudah untuk diucapkan namun sangat susah direalisasikan, padahal petugas yang menangani masalah ini sudah sangat banyak di bandingkan dengan penderita stunting yang hanya beberapa orang saja. Kajari berharap dengan dilaksanakan kegiatan ini menjadi pemicu bagi semua pihak yang bertanggungjawab dalam melakukan intervensi terhadap percepatan penekanan angka stunting di Kota Subulussalam. Apalagi saat ini Kejaksaan Negeri Subulussalam telah memiliki dokter yang nantinya akan turun ke Kampong Pasar Panjang setiap 2 kali dalam seminggu. Kajari meminta agar segera membentuk grup Whatsapps sebagai sarana komunikasi para pihak yang terlibat untuk meningkatkan keseriusan dalam menyelamatkan gizi para calon penerus bangsa di masa yang akan datang".
Bahwa salah satu dari 9 (Sembilan) anak yang termasuk stunting saat ini statusnya sudah bukan lagi anak stunting, tetapi dari pemeriksaan balita yang ada di Desa Pasar Panjang Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam terdapat satu anak lagi yang terindikasi stunting. Kepala Kejaskaan Negeri Subulussalam meminta kepada para Orang Tua anak penderita Stunting untuk dapat bekerja sama dengan petugas Puskesdes untuk percepatan penurunan angka stunting ini dengan cara memberikan makanan yang bergizi menerapkan pola hidup sehat sesuai dengan yang di sarankan oleh satgas stunting dan petugas Puskesdes.
Apabila dalam waktu 2 (dua) bulan kedepan tidak ada perubahan atau pernurunan angka stunting maka anak yang berstatus stunting akan di lakukan perawatan secara intensif di RSUD Subulussalam.
