CERITA SUKSES DIBALIK PERJUANGAN SANG ADHYAKSA MUDA SELEKSI CPNS 2021

news-img

Terlahir dalam sebuah keluarga adalah anugerah Tuhan yang begitu sempurna dan berjuang untuk keluarga adalah bentuk wujud syukur itu, berikut beberapa cerita perjuangan sukses Sang Adhyaksa Muda Pada seleksi CPNS 2021:

1. Lia Zahra Manan

Kado terindah dipenghujung Desember 2021, Lia Zahara Manam salah satu peserta CPNS Kejaksaan RI asal Kendal Jawa Tengah ini dinyatakan lolos formasi Pengadministrasi Penangana Perkara. Putri pasangan Bapak Mansur dan Ibu Ambarwati ini berhasil membuktikan diri pada orang-orang yang meremehkannya selama ini. Lla mematahkan stigma kalo jadl PNS harus pakal uang, tidak!

"Saya hanya anak seorang sopir. Saya juga tidak terlahir sebagal pribadi yang cerdas, kuncinya hanya "tekad, semangat, konsisten dan doa kedua orang tua," katanya sambil meneteskan air mata.

Kesuksesan Lla menjadi CPNS bukan suatu kebetulan, pada CPNS tahun lalu dirinya gagal bersaing dengan nilai SKD 340. Merasa harus memperbaiki kesalahannya, dia berjuang selama 2 tahun untuk mempersiapkan diri agar mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam membagi waktu belajarnya, Lia yang seorang karyawati perusahaan swasta, mengorbankan waktu istirahat untuk belajar, setelah maghrib hingga pukul 11 malam, yang kemudian disambung dari subuh hingga dia berangkat kerja.

Persiapan matang, membuat jadwal belajar, konsisten dan doa yang tiada henti adalah kunci dirinya meralh skor SKD 457. Selain belajar akademik, Lla menyempatkan waktu libur kerjanya untuk melatih fisik dan mentalnya, karena dia menyadari saingan yang dihadapinya lebih dari 20.000 peserta.

Perjuangan belajar dan melatih diri selama dua tahun ini tidak sia-sia, dan membungkam orang-orang yang selama ini meremehkannya. Lia berhasil membuktikan bahwa usaha tidak ada menghianati hasil, support orang tua dan juga perlu mendekatkan dirl dengan Yang Maha Kuasa.

2. Sutrisno

Sutrisno Anak pertama dari pasangan Suroto - Suplyah ini berhasil membuktikan kondisi ekonomi keluarga bukan halangan untuk menalkkan derajat keluarganya. Tinggal di rumah yang sangat sederhana di desanya Sutrisno sadar akan kekurangannya tersebut, dengan kerja keras dan etos kerja tinggl Sutrisno berhasil lolos menjadi CPNS Kejaksaan RI formasi Pengadministrasi Penanganan Perkara. Bapaknya yang bekerja sebagal buruh serabutan dan ibunya menjadi ibu rumah tangga, memaksa dirinya untuk menghidupi tiga saudaranya. Sutrisno tidak patah arang, bekerja apa saja yang agar kebutuhan keluarga tercukupl, tidak terkecuall sebagai kuli bangunan.

Sempat putus sekolah ketika SMP, pria asal Kab. Musirawas, Sumatera Selatan ini berhasil lulus sarjana PGSD berkat beasiswa bidikmisi yang ia terima. Keajaiban Tuhan selalu ada, ketika putus sekolah Sutrisno diblayal oleh gurunya yang sukarela membantu agar dia tetap dapat sekolah. Karena kejadian Itu, Sutrisno SMA mulal belajar mandiri dengan menjual barang bekas atau rongsokan agar dia dan adiknya tetap bisa sekolah.

Cerita soal CPNS, Sutrisno yang merupakan lulusan sarjana pendidikan ini tidak pernah berpikir untuk berkarir di Kejaksaan RI. Dia mendapatkan saran oleh temannya untuk mencoba mendaftar pada jalur formasi SMA. Tidak ada persiapan khusus dilakukannya, semua serba mendadak, bahkan kemeja dan sepatu pantofel pun dia tak punya. Perslapan yang mepet membuatnya memaksimalkan waktu yang ada, dan terus meminta restu dan doa dari orangtuanya.

"Saya selalu mengingat bahwa takdir itu tidaklah berubah kecuali dengan doa, segala usaha akan dikabulkan dengan usaha keras, doa dan restu orangtua, alhamdulllah saya berhasil lolos menjadi CPNS Kejaksaan RI dengan segala keterbatasan yang ada," Imbuhnya.

3. Masrusmantoro

Masrusmantoro adalah salah satu pejuang CPNS Kejaksaan jalur formasi SMA, cerita perjuangannya dalam meraih mimpi bergabung di Kejaksaan yang cukup menguras tenaga, waktu dan biaya transportasi pulang pergi Kalimantan - Jogja. Berikut adalah kutipan pengalaman yang dialami oleh Masrusmantoro.

"Pengalaman susah dan ribetnya perjuangan untuk bisa mengikuti seleksi CPNS tahun 2021 ini adalah terkendalanya dengan lokasi tempat saya bekerja yang cukup jauh. Sesuai dengan alamat saya yang di Jogja, mengharuskan saya untuk bolak-balik Kalimantan Jogja untuk bisa mengikuti seleksi CPNS Kejaksaan. Semua proses seleksi dapat saya lewati, saya bangga!"

"Semua itu berkat usaha dan perjuangan, selalu menjaga kesehatan, menjaga berat badan yang ideal sesuai BMI, belajar materi hingga larut dan latihan fisik untuk persiapan tes samapta agar mendapatkan hasil yang terbaik, dan tentunya menabung untuk biaya transportasi yang tidak murah untuk tiket pesawat Kalimantan-Jogja, pastinya harus pintar-pintar memanage keuangan karena saya sudah berkeluarga dan keluarga ada di Jogja (LDR). Dengan pertimbangan itu, saya punya tekad yang kuat dan keyakinan, bahwa saya adalah salah satu calon Adhyaksa Muda itu".

4. Revangga Prasetyo, S.H

Kondisi ekonomi bukan halangan untuk meraih impian. Hal itu dibuktikan oleh Revangga Prasetyo, SH, yang merupakan lulusan Cum Laude Universitas Tanjungpura Pontianak yang berhasil lulus sebagai Calon Jaksa melalui jalur Mahasiswa Cum Laude penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan R.I Tahun 2021.

Ayah Revangga berprofesi sebagai penjaga malam (satpam) disalah satu perusahaan swasta. Namun dengan penyakit yang diderita, membuatnya harus berhenti bekerja, dan hingga saat ini sosok ibu Erni yang merupakan ibu Revangga menjadi tulang punggung keluarga bekerja menjadi tenaga kebersihan disalah satu Akademi swasta di Kota Pontianak.

Sebagai lulusan sarjana hukum Revangga bercita-cita menjadi aparat penegak hukum. Kesempatan menjadi penegak hukum melalui CPNS Kejaksaan RI tahun 2021 tidak dia sia-siakan. Dengan perjuangan dan restu orang tua, Revangga dinyatakan lulus CPNS dan menjadi calon Jaksa di Kejaksaan RI yang berasal dari Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. Ketika ditanya mengenai pengalamannya mengikuti CPNS Kejaksaan RI, Revangga mengang- gap doa orang tua adalah kunci keberhasilannya.

"Motivasi terbesar saya adalah membanggakan kedua orang tua dan untuk diri daya sendiri, bagi saya tidak ada yang tidak mungkin, jika telah berusaha keras dan tidak lupa diiringi doa dan restu kedua orang tua, apalagi rekrutmen CPNS gratis tanpa dipungut biaya, semua orang mempunyai berkesempatan sama. kata Revangga."

5. Andre Alfauso Sanuhaji

Petinju peralh medall emas bergabung dengan Kejaksaan RI. Peserta CPNS Kejaksaan RI bernama Andre Alfauso Sinuhaji, pria asal Batam yang telah beberapa kall menjuaral event Internasional di bidang olahraga tinju ini mempunyai prestasi yang mentereng. Andre telah menjuaral Kejurnas PPLP tahun 2016, meraih medal perunggu Kejuaraan Tinju di Pulau Penang Malaysia tahun 2017 dan medall emas Kejuaraan Tinju di Johor Baru Malaysia pada tahun 2019.

Motivasinya mengikuti CPNS Kejaksaan RI adalah mengabdi pada bangsa dengan menjadi aparat penegak hukum. Darah ksatrianya yang cinta tanah air telah dibuktikan dengan prestasinya didunla olahraga yang berhasil mengharumkan nama bangsa di dunia Internasional.

Baginya menjadi baglan dari keluarga Adhyaksa adalah seperti mimpl, cita-citanya terkabul dan berhasil membanggakan orang tuanya. Ketika ditanya perslapannya ketika mendaftar CPNS Kejaksaan RI, Andre mengungkapkan bahwa dia banyak melatih fisiknya, karena mendaftar pada formasi Pengawal Tahanan butuh fisik yang prima, namun tidak lupa belajar akademik agar mendapatkan hasil yang maksimal.

"Tentunya persiapan menjaga kesehatan juga perlu, meminta restu orang tua dan berdoa meminta yang terbalk karena usaha tanpa doa tidak akan maksimal," imbuh Andre.

6. Ellyana Intan Ningtyas

Ellyana adalah putri pasangan Tukiman dan Kucik asal Cepu, seorang penjual bakso keliling dan buruh tani berhasil meraih cita-cita sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil di Kejaksaan RI.

Sempat gagal pada rekrutmen CPNS tahun 2019, tak membuat Ellyana patah semangat dan terus mengevaluasi apa saja yang kurang dari dirinya tahun lalu.

Kini Ellyana berhasil meraih lulus test CPNS Kejaksaan RI TA 2021 yang dicita-citakan oleh keluarganya.

Ellyana merupakan lulusan SMK Negeri 1 Cepu tahun 2019 ini lolos dengan formasi pengawal tahanan pada lokasi ujian Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Dia adalah seorang fresh graduate yang enerjik dan tidak pantang menyerah dengan keadaan yang ada.



Diatas adalah beberapa cerita sukses dari Adhyaksa Muda, Tidak mudah untuk menjalani setiap proses, karena akan ada tenaga, biaya dan beragam tantangan, tapi perjuangan akan menemukan tempat sandaran yang layak untuk yang mau berusaha.

Berprestasi menjadi pilihan untuk yang mau berusaha, Doa dan keyakinan menjadi pelengkap setiap perjuangan.Tuhan tidak selau memberikan apa yang kita mau, tetapi yakinlah bahwa Tuhan akan selalu memberi yang kita butuhkan.

Polling

Data Buronan

Peta

ls-img
Livechat Kejaksaan
×